HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CARRIER
EMAIL

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.147.40.153
Pengunjung : 362.348






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT DATANG PARA PESERTA OLIMPIADE SAINS TARAKANITA NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI SMA TARAKANITA 1 PULO RAYA, JAKARTA 8 - 10 NOVEMBER 2017             |             PROFICIAT KPD WILLIAM SETIAJI (SISWA SMP ST.CAROLUS SURABAYA) YG BERHASIL MEMPERTAHANKAN GELAR JUARA 1 OLIMPIADE FISIKA TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI MALANG             |             PROFICIAT KPD KEVIN NARENDRA DHIRESWARA (SISWA SMP STELLA DUCE 2) YG MEMPEROLEH JUARA 1 FLSSN CABANG GITAR SOLO TINGKAT NASIONAL             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK REYNARD ARDIAN SIMANJUNTAK (SMP STELLA DUCE 1,YK) YG MERAIH JUARA 1 TINGKAT NASIONAL DLM LOMBA INDONESIA ROBOTIK OLIMPIADE DI SURABAYA             |             PROFICIAT UTK SMP ST.CAROLUS SBY ATAS PRESTASI WILLIAM SETIADJI YG MERAIH 'JUARA II' & RAYMOND VALENTINO YG MERAIH 'JUARA I DAN BEST EXPERIMENT' DLM INDONESIA SCIENCE AND MATHEMATICS OLYMPIAD CHALLENGE 2016 TINGKAT NASIONAL

Artikel :



Riwayat Bunda Elisabeth


Rabu; 28 January 2015 [Fransiskus Xaverius Jhony, TARAKANITA TANGERANG] - Artikel Umum

Maria Elisabeth Gruyters, lahir di Leut-Belgia, 1 November 1789 dari pasangan Nicolass Gruyters dan Maria Borde. Didikan dan dibesarkan dalam keluarga yang baik dan disegani oleh masyarakat, bukan hanya karena kekayaan dan kedudukan mereka (Ayahnya adalah juru kunci di Puri Leut), tetapi terlebih karena keterbukaan dan kepedulian mereka menerima orang-rang yang menjadi korban peperangan saat Revolusi Perancis bergejolak.

Dampak Revolusi Perancis juga dirasakan Elisabeth. Betapa sulit mencari pekerjaan dalam situasi perang.  Sehingga setelah ayahnya wafat, Elisabeth memutuskan untuk meninggalkan Leut pada tahun 1822 menuju Maastricht-Netherlands. Rupanya situasi kota Masstricht juga tidak jauh berbeda. Pengungsi dan orang miskin yang putus asa dan tanpa pengharapan semakin banyak, apalagi tidak ada karya karitatif, sementara biaya pajak tinggi, kota dikuasi tentara, bahkan gereja dipakai sebagai gudang perbekalan.

Bekerja pada keluarga Nijpels dan dipercaya sebagai pengelola seluruh harta kekayaan keluarga, tidak membuat Elisabeth acuh tak acuh terhadap situasi di sekitarnya. Pergumulan bersama orang-orang yang miskin dan menderita mengantarkan Elisabeh pada perjumpaan dengan wajah Allah. Kurang lebih 16 tahun, pergulatan Elisabeth selalu disertai dengan keluh kesah kerinduan dan cucuran ar mata(EG.9), siang dan malam.
Dengan bantuan P. Antonius van baer, Deken gereja St. Servaas, Maastricht, akhirnya kerinduan elisabth untuk mendirikan sebuah biara mendapatkan titik terang. Tangggal 15 Agustus 1836, ketika Elisabeth berdoa didepan patung Maria Bintang Samudera pada pesta Maria diangkat ke surga, kerinduan Elisabeth  terjawab, “Itu akan terjadi”.  Pada persta St. Petrus Martir tanggal 29 April 1837. Elisabth mengawali Kongregasi untuk melayani Allah melalui sesama yang menderita.
Mei 1837, Elisabeth mulai menerima anak-anak miskin, dengan maksud membagun dasar baik dalam batin mereka, memberikan pelajaran agama Kristen, menjahit, berdoa serta memberikan dorongan kearah semangat hidup yang suci (EG.51). Melalui tindakannya yang sederhana tetapi sangat nyata itulah Roh Kudus berkarya, “Allah yang maha baik memberkati karya kami. Anak-anak miskin datang berbondong-bondong.  Semua orang yang berbudi puas akan hal itu ‘ (EF 24)
Tanggal 26 Juni 1864 elisabth wafat. Meski demikian, semangat, inspirasi dan spiritualitasnya tetap hidup, dihayati, dan diwujudkan oleh para penerusnya dengan digerakkanoleh semangat “Cinta tanpa syarat dan berbelarasa dari Yesus yang tersalib”.
(sumber :  Majalah Tarakanita Leading in Compassion)






Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :